Aikido in Indonesia

 

Aikido masuk ke Indonesia pada akhir tahun 1969. Aikido dibawa oleh Bapak Jozef Poetiray yang merupakan Ketua Dewan Guru dari Yayasan Indonesia Aikikai yang didirikan tanggal 28 Oktober 1983. Yayasan Indonesia Aikikai terdaftar sebagai anggota yang mewakili Indonesia di International Aikido Federation (IAF), Asian Aikido Federation (AAF) dan tentunya di Aikido Headquarter di Jepang.

Bapak Jozef Poetiray merupakan salah satu mahasiswa yang dikirim oleh pemerintah Indonesia ke Jepang dalam rangka beasiswa pampasan perang Jepang bagi Indonesia di tahun 1960-an. Selama di Jepang beliau mencari sesuatu yang berguna yang dapat dibawa ke Indonesia sesuai dengan pesan dari Presiden Soekarno saat itu, agar para mahasiswa mempelajari dan membawa sesuatu yang positif dari Jepang yang bukan hanya ilmu pengetahuan tapi segala sesuatu yang positif yang nantinya dapat diajarkan kepada generasi muda Indonesia mendatang.

Di sisi lain Bapak Jozef Poetiray ingin belajar seni bela diri yang cocok dengan dirinya dan dapat menyentuh hati, perasaan, jiwanya serta dapat mengoreksi tingkah laku beliau di kehidupan sehari-hari. Sampai pada suatu hari beliau melihat peragaan seni bela diri Aikido di TV lokal. Namun karena pada saat itu di Hiroshima belum ada, maka beliau baru mempelajarinya ketika pindah kuliah ke Tokyo. Beliau juga menjadi salah satu orang yang mendirikan Indonesian Students Aikido Club di Wisma Indonesia di Jepang. Banyak hal yang beliau dapat dari Aikido. Dalam latihan yang kontinu, ternyata membawa perubahan yang baik kepada tingkah laku beliau yang sebelumnya seorang yang bertemperamen tinggi dan gampang meledak. Perubahan tersebut didapat tidak hanya melalui latihan fisik namun filosofi yang dipelajari beliau juga bermanfaat di kehidupan sehari-hari seperti di rumah, kantor dan lain-lain. Maka beliau bertekad mengembangkan Aikido di Indonesia sebagai misinya, khususnya untuk para generasi penerus bangsa Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Aikido di bawah Yayasan Indonesia Aikikai berkembang di Indonesia secara perlahan tapi pasti. Sampai saat ini sudah sekitar lebih dari 1000 praktisi Aikido yang berlatih tersebar di beberapa tempat di Indonesia, khususnya Jakarta. Dojo yang berada di bawah naungan Yayasan Indonesia Aikikai ada sekitar 30 buah dojo yang tersebar di Indonesia dengan 20 diantaranya berlokasi di Jakarta.

Sampai saat ini, Yayasan Indonesia Aikikai sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan baik bersifat nasional maupun internasional dengan mengundang negara lain. Seperti ujian kenaikan sabuk hitam tahunan, dimana pengujinya masih dikirim dari Aikido Headquarter Jepang, mengundang beberapa Sensei dari Jepang untuk mengadakan seminar Aikido di Indonesia dan turut serta pada berbagai eksibisi dan seminar bela diri baik di dalam maupun luar negeri. Kegiatan terakhir Yayasan Indonesia Aikikai adalah mengikuti seminar internasional IAF di Jepang dan Bapak Jozef Poetiray menjadi pengajar Aikido untuk latihan mental di program ASEAN yang diadakan Yayasan Bina Pembangunan di Padepokan Bumi Mandiri, Cisaat. Yayasan Indonesia Aikikai juga mendapat dukungan kedutaan besar Jepang di Jakarta. Diharapkan nantinya Aikido dapat lebih berkembang lagi dan ikut membangun akhlak dan moral bangsa Indonesia melalui filosofinya.

Comments are closed.

shared on wplocker.com