About Us

Sejarah Dojo Aikikenkyukai

Aikikenkyukai Dojo awal berdiri pada Mei 1998 dengan dojo pertamanya di Universitas Pelita Harapan. Dojo ini dibuka oleh Imanul Hakim Sensei yang pada waktu itu masih menyandang tingkatan DAN 2. Awal perjalanan Dojo di bawah asuhan Imanul Hakim Sensei belum memiliki nama khusus. Kemudian dari satu dojo berkembang menjadi 3 dojo di tahun 1999 dan terus berkembang. Pada awal tahun 2000, merupakan perjalanan pertama Imanul Hakim Sensei ke Jepang dan berlatih di Hombu Aikikai, kemudian menjadi agenda rutin. Event yang diikuti selanjutnya adalah mengikuti acara Embukai Osaka Aikikai di Osaka dan International Aikido Federation Seminar di Tokyo Jepang pada tahun 2004 dan menjadi orang Indonesia pertama yang mewakili Indonesia dalam Embukai International IAF, bersama dengan negara lain dari seluruh dunia.

This History of Aikikenkyukai Dojo

Aikikenkyukai Dojo was established in May 1998 with his first dojo at Universitas Pelita Harapan. This Dojo was opened by Imanul Hakim Sensei who at that time still holds the level of DAN 2. The beginning of the journey of Dojo under the direction of Imanul Hakim Sensei has no specific name. Then from one dojo developed into 3 dojo in 1999 and continues to grow. In early 2000, it was Imanul Hakim Sensei’s first trip to Japan and training at Hombu Aikikai, then become a routine agenda. The next event followed was the Osaka Aikikai Embukai event in Osaka and the International Aikido Federation Seminar in Tokyo Japan in 2004 and became the first Indonesian to represent Indonesia in Embukai International IAF, along with other countries from around the world.

Setelah mengikuti acara IAF ini, Imanul Hakim Sensei dan beberaoa muridnya masih tinggal dan belajar di Hombu Aikikai dan beberapa Sensei senior. Di setiap acara atau latihan selalu ditanya nama dojo. Pada saat itu di Indonesia setiap dojo memiliki nama berbeda, walaupun diajar oleh Sensei yang sama. Sehingga sepulangnya dari Jepang, Imanul Hakim Sensei mengumpulkan para murid seniornya dan membicarakan tentang nama dojo. Maka disepakati nama Aiki InYoKai Dojo untuk menyebut semua dojo di bawah asuhan Imanul Hakim Sensei. Pada awal 2005, kembali mendapat kesempatan berkunjung ke Jepang dengan membawa nama dojo yang baru. Namun setelah diberi masukan oleh Sensei senior di Jepang dan teman-teman Jepang, maka sepulangnya dari Jepang nama Aiki InYoKai diubah menjadi Aikikenkyukai yang artinya Tempat berlatih dan meriset tentang Aiki.

After attending this IAF event, Imanul Hakim Sensei and some of his students are still living and studying at Hombu Aikikai and with some senior Sensei. In every event or exercise Imanul Hakim Sensei always asked the name of his dojo. At that time in Indonesia every dojo had a different name, although it was taught by the same Sensei. So after returning from Japan, Imanul Hakim Sensei gathered his senior students and talked about the name of the dojo. Then, it was agreed that Aiki InYoKai Dojo to be mention as the name of all dojo under Imanul Hakim Sensei direction. In early 2005, again had the opportunity to visit Japan with a new dojo name. However, after being given input by senior Sensei in Japan and Japanese friends, then when returning from Japan the name Aiki InYoKai changed to Aikikenkyukai which means Place to practice and research about Aiki.

Aikikenkyukai Dojo mengusung visi dan misi sebagai berikut:

  1. Mengajarkan Aikido sebagai Budo, sebagaimana diajarkan O’ Sensei
  2. Menggali dan menghidupkan kembali nilai-nilai filosofis dan konsep Aikido yang diajarkan O’ Sensei dalam latihan dan kehidupan sehari hari
  3. Menjadi wadah pendidikan akhlak dan spiritualitas yang bersifat universal sebagai sumbangan kepada bangsa Indonesia

Aikikenkyukai Dojo carries the vision and mission as follows:

  1. Teach Aikido as a Budo, as taught by O’ Sensei
  2. Digging and reviving the philosophical and conceptual values of Aikido taught by O’ Sensei in daily practice and life
  3. Being a place of moral education and spirituality that is universal as a contribution to the nation of Indonesia

Perubahan nama ini bertepatan dengan dibukanya Dojo Pusat Aikikenkyukai di Sport Mall Kelapa Gading pada 1 Mei 2005. Pembukaan Dojo Pusat ini dibuka oleh Duta Besar Jepang pada masa itu, Bapak Yutaka Imura. Pada tahun 2008 Imanul Hakim Sensei diundang ke Jepang untuk menjadi uke dari Ikuhiro Kubota Shihan pada acara All Japan Embukai di Nippon Budokan. Imanul Hakim Sensei menjadi orang Indonesia pertama yang ikut dalam All Japan Embukai. Dimasa yang sama, Imanul Hakim Sensei diundang untuk mengikuti Embukai pada acara Shonan Aikido Renmei dan International Aikido Kenkyukai Anniversary di Kamakura Jepang. Pada tahun yang sama, Aikikenkyukai Dojo mengundang Yoshinobu Takeda Sensei dari International Aikido Kenkyukai Jepang untuk mengisi International Seminar. Acara tersebut dihadiri sekitar 200 orang peserta, dimana menjadi acara terbesar pada tahun 2008.

The name change coincided with the opening of Aikikenkyukai Dojo Head Quarter at Kelapa Gading Sport Mall on May 1, 2005. The opening of the Head Quarter Dojo was opened by the Japanese Ambassador at the time, Mr. Yutaka Imura. In 2008 Imanul Hakim Sensei was invited to Japan to become the uke of Ikuhiro Kubota Shihan at the All Japan Embukai event at Nippon Budokan. Imanul Hakim Sensei became the first Indonesian to participate in the All Japan Embukai. In the same time, Imanul Hakim Sensei was invited to join Embukai at Shonan Aikido Renmei and International Aikido Kenkyukai Anniversary in Kamakura Japan. In the same year, Aikikenkyukai Dojo invited Yoshinobu Takeda Sensei from International Aikido Kenkyukai Japan to give lecture in International Seminar. The event was attended by about 200 participants, which became the biggest event in 2008.

Pada Mei 2015, Aikikenkyukai Dojo merayakan 10 tahun Anniversary (20 tahun jika dihitung dari 1998) dengan mengundang Takanori Kuribayashi Shihan sebagai wakil Hombu, dan Ikuhiro Kubota Shihan dari Nara Aikikai, yang sejak tahun 2000 selalu datang dan memberikan ilmunya kepada para Aikidoka di Indonesia.

In May 2015, Aikikenkyukai Dojo celebrates 10 years of Anniversary (20 years if counted from 1998) by inviting Takanori Kuribayashi Shihan as the representative of Hombu, and Ikuhiro Kubota Shihan from Nara Aikikai, who since 2000 always came and gave lecture to Aikidoka in Indonesia.

Sepanjang perjalanan Aikikenkyukai Dojo, banyak dojo yang kami dirikan termasuk juga 5 dojo di Malaysia, meliputi kota Kuala Lumpur, Kuantan dan Perlis. Sedangkan di Jabodetabek sekitar 11 dojo dan yang di luar Jabodetabek 5 dojo. Sampai saat ini Aikikenkyukai Dojo semakin berkembang dengan bergabungnya 5 dojo ke Aikikenkykai di tahun 2017, sehingga jumlah dojo Aikikenkyukai Dojo saat ini adalah 26 dojo.

Throughout Aikikenkyukai Dojo’s journey, many of the dojo we founded included 5 dojo in Malaysia, covering Kuala Lumpur, Kuantan and Perlis. While in Jabodetabek about 11 dojo and outside Jabodetabek 5 dojo. Until now Aikikenkyukai Dojo is growing with the joining of 5 dojo in 2017, so the number of dojos affiliated in Aikikenkyukai Dojo currently is 26 dojos

Comments are closed.

shared on wplocker.com